Biji di Semai, Rupiah di Tuai

Oleh trubus
Senin, 02 Oktober 2006 07:44:08

Duapuluh pekebun di sentra-sentra anthurium di Jawa Tengah rata-rata menyemai 50 biji/hari. Itu berarti, total jenderal jumlahnya mencapai 1.000 biji per hari. Andai dari jumlah itu 20% populasi mati-ini yang dialami oleh seorang pekebun di Karanganyar-terbayang nestapa di depan mata. Dengan harga bibit terdiri dari 1 daun-1 bulan setelah semai-Rp35.000, berarti Rp7-juta urung didapat.
Menyemai biji untuk perbanyakan paling digandrungi pekebun dan hobiis saat ini. Dalam waktu relatif singkat-1 bulan setelah semai-diperoleh ratusan tanaman baru. Itu mustahil didapat lewat perbanyakan setek batang atau pisah anakan. Namun, menyemai biji anthurium sampai berhasil hidup susah-susah gampang. Pekebun perlu tahu kunci suksesnya. Itu adalah kualitas biji, wadah semai, media, dan lokasi semai.
Menurut Agus Idwanto, pemilik nurseri Gracia di Pabongan Berjo, Ngarjoyoso, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, biji anthurium yang bagus berasal dari buah matang. Kematangan biji berpengaruh terhadap tingkat perkecambahan. Tanaman akan berkecambah setelah 2 minggu kalau biji matang. Tapi kalau buah belum matang, ia baru berkecambah 3-4 minggu, ujar Ir Sugiono Budhiprawira, kolektor anthurium dan arsitek lansekap di Bogor.
Buah matang umumnya berwarna merah, kuning, atau jingga, tergantung jenis. Anthurium hookeri, buahnya berwarna jingga; Anthurium jenmanii, ungu. Biji segar ditandai dengan bentuk yang berisi dan gembung. Sedangkan biji tua kulitnya kisut.
Pencet buah anthurium yang telah masak dengan ibu jari agar bijinya terpisah dari daging buah. Biji dikeringanginkan lalu ditanam di wadah dengan media tertentu. Biji tak perlu diberi zat perangsang tumbuh karena malah busuk, ujar Sugiono.
Dua teknik
Wadah dan media yang digunakan pekebun dan hobiis berbeda-beda. Rendy Cahyanto, penyedia bibit di Karangpandan, Karanganyar, dan Agus menggunakan boks styrofoam. Medianya pakis kasar-panjang 1-2 cm-di bagian bawah, dan pakis halus-panjang 5 mm-di atasnya. Sugiono memakai tray dengan media campuran pakis, sekam bakar, dan cocopeat. Perbandingannya, 60%:20%:20%. Cacahan pakis berfungsi menjaga aerasi dan cocopeat menjaga kelembapan.
Sedangkan Angelina Sriyuliati, pemilik nurseri Anugerah Lestari di Solo, menggunakan bak plastik dan kertas koran sebagai media semai. Bibit itu gampang busuk, kalau pakai koran relatif steril, ujar wanita kelahiran Karanganyar 35 tahun silam itu.
Untuk menyemai biji anthurium ada 2 cara, yaitu ditimbun dan tak ditimbun. Yang disebut pertama dilakukan oleh Sugiono. Semai anthurium di tray, satu biji per lubang, lalu ditutup media sekitar 0,5 cm. Anthurium memiliki akar tunggang yang panjang. Bila ditanam lebih dari satu biji per lubang, akarnya akan saling belit sehingga menyulitkan bila dipisahkan. Akar luka dan tanaman jadi stres, ujar ayah 2 anak itu. Penimbunan bertujuan untuk memudahkan biji menembus media sehingga tanaman tak mudah roboh.
Letakkan semaian biji di tempat teduh-cahaya masuk maksimal 25%. Semprotkan air menggunakan sprayer berkabut setiap hari. Bila malas menyiram, semaian biji itu ditutup plastik transparan. Bagian bawah tray diberi tatakan berisi air untuk menjaga kelembapan. Dalam 1 bulan muncul 1 daun. Saat itu sebetulnya bibit sudah bisa dijual dengan harga Rp35.000. Namun, bibit bisa terus dirawat hingga lebih besar supaya kondisinya lebih kuat sehingga risiko kematian kecil. Harga jual pun lebih tinggi, Rp60.000/bibit 2 daun. Selang 2,5-3 bulan setelah semai, tanaman menghasilkan 3 lembar daun dan dapat dipindah secara soliter ke polybag atau pot.
Boks styrofoam
Teknik penyemaian kedua seperti yang Rendy lakukan. Biji disemai di atas media pakis dalam boks styrofoam tanpa penimbunan. Tujuannya mengetahui tingkat perkecambahan biji. Biji ditanam rapi dengan membuat garis-garis bantu di media persemaian. Jarak tanam antarbiji 2 cm x 2 cm. Lalu disemprot air dan ditutup plastik bening atau kaca untuk menjaga kelembapan. Setelah itu semaian diletakkan di tempat teduh-100% tak ada cahaya. Setiap pagi dan sore biji disemprot air. Waktu menyemprot, plastik atau kaca dibuka dulu.
Setelah 4 hari, biji berkecambah dan dapat ditanam di media persemaian baru. Pada tahap ini, kecambah ditanam rapi dengan jarak tanam seperti biji. Caranya buat lobang sedalam 1 cm, lalu masukkan akar kecambah dan timbun. Tanaman boleh terkena sinar matahari setelah keluar daun dan akar atau sekitar 10-14 hari setelah tanam.
Anthurium dapat dipindahkan ke polybag atau pot setelah berumur 3-4 bulan atau berdaun 3-4 helai. Harga jual bibit seperti itu Rp100.000-Rp125.000/pot. Dengan mengenal kunci sukses menyemai, biji anthurium tumbuh maksimal. Rupiah yang diharap pun didapat. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Syah Angkasa dan Lastioro Anmi Tambunan)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: