Apakah Anak Saya Autis ?

Pertanyaan: Apa ciri- ciri authis pada anak anak. apakah anak yang sudah berusia 2 tahun tapi belum bisa diajak komunikasi dan dipanggil namanya saja belum tau.tetapi untuk melakukan suatu kegiatan anak saya cepat ngertinya.wajarkah anak saya kalau sampai sekarang belum bisa diajak bicara sementara anak sebayanya sudah bisa termasuk authiskah anak saya dok? tapi kalau ada acara iklan di TV dia sangat fokus sekali,dia nggak tuli, gimana cara mengatasinya dok makasi sebelumnya.

Jawaban: Bapak wahyudi yang baik, terimakasah atas emailnya. Bagaimana dengan kabar bapak? Semoga selalu sehat dan bahagia begitu juga dengan sikecil. Pak wahyudi, kami sangant mengerti akan kekhawatiran bapak terhadap perkembangan si kecil. Telat berbicara pada usia 2 tahun adalah hal yang biasa. Setiap anak memiliki hasil proses perkembangan yang berbeda-beda satu sama lain, karena setiap individu itu sifatnya unik. Kalau di lingkungan sekitar rumah bapak ada anak yang berumur 2 tahun sudah bisa berbicara, bukan berarti si kecil yang belum bisa berbicara termasuk anak yang autis. Pada usia ini anak sudah bisa menyebutkan mama, papa, pipis, kakak, dst. Kalau dia belum bisa diajak bicara karena memang dia belum sampai ke tahap itu. Dan perlu juga bapak ketahui bahwa anak yang menderita autisme harus terlebih dahulu dilihat perkembangan sosialnya, bagaimana dia berinteraksi dengan orang lain, berkembangan komunikasinya, bagaimana pola prilakunya dst. Untuk itu kami akan mencoba menjabarkan seperti apa karakteristik anak yang menderita autisme. Cirinya antara lain : 1. Interaksi Sosial • Tidak tertarik bermain dengan teman • Lebih suka menyendiri • Tidak ada / sedikit kontak mata atau bahkan selalu menghindar untuk bertatapan • Senag menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan hal yang dia inginkan 2. Komunikasi • Perkembangan bahasa lambat/tidak ada sama sekali • Senang meniru/membeo • Tampak seperti tuli • Kadang kata yang sesuai tidak sesuai artinya 3. Pola Bermain • Tidak bermain seperti anak pada umumnya • Senang akan benda yang berputar-putar seperti kipas angina • Tidak kreatip • Dapat sangan lengket dengan benda-benda tertentu 4. Perilaku • Tidak suka pada perubahan • Melakukan gerakan yang berulang • Kadang-kadang suka menyerang • Tidak berempati dengan orabng lain • Sering marah-marangn tidak jelas Pak Wahyudi itulah ciri-ciri anak autis. Mulai sekarang cobalah bapak amati apakah si kecil mempunyai paling sedikit lima dari ciri diatas. Kalau si kecil mempunyai ciri-ciri diatas cobalah untuk menemui dokter anak atau psikolog anak untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap tentang kondisi si kecil. Dan secara mendasar, perkembangan bahasa pada anak dengan pembendaharaan kata-kata yang cukup banyak biasanya mulai terlihat pada usia 3-5/6 tahun. Bapak bisa membantu si kecil untuk perkembangan bicaranya. Ada beberapa tips yang bisa bapak lakukan untuk membantu perkembangan bahasa/bicara anak, antara lain: – Berikan stimulus yang dapat merangsang anak untuk berbicara. Misalnya, dengan bermain bersama, bernyanyi bersama, bercerita bersama, dll. Untuk memperkenalkan suatu benda dan bagaimana mengucapkannya, tunjukkan bendanya dan katakan nama benda tersebut secara berlahan. Mulailah dengan kata-kata dari benda yang disukai anak. – Terapi bicara dapat dilakukan dengan berbicara bersama dengan anak secara intensif dan penuh kesabaran. Hal ini tak kalah dengan terapi wicara yang selama ini diterima anak. – Biarkan anak meluangkan waktunya berinteraksi dengan orang dewasa, sehingga pengalaman akan pengenalan pembendaharaan kata-kata bertambah melalui aktivitas bercakap-cakap atau mendengar. – Jangan memaksa anak untuk segera berbicara jika ia memang belum mau bicara, dan jangan tertawa jika mendengar bahasa yang diucapkan oleh anak. Biarkan ia berkembang dengan sendirinya, karena tidak ada kecenderungan orang yang kemampuan bicaranya masih kurang pada akhirnya tidak mampu berbicara dengan maksimal. Semua adalah suatu proses belajar, terutama melalui proses imitasi (peniruan). – Jangan membanding-bandingkan kelemahan yang dialami anak dengan kelebihan yang dialami oleh saudara-saudaranya yang lain atau anak-anak lain. – Jika merasa sangat perlu untuk membawa anak ke seorang psikolog/psikiater/neurolog, jangan ragu untuk melakukannya. Hal yang terpenting pada dasarnya adalah pengenalan bapak terhadap kondisi anak, pola pengasuhan yang diberikan, dan interaksi di dalam keluarga. Yang pasti, proses perkembangan memerlukan waktu yang disesuaikan juga dengan kondisi fisik/biologis, kognitif dan sosial. Bisa saja anak mengalami gangguan biologis, seperti : susunan alat-alat bicaranya tidak sesuai, pusat bicara di otak belum matang atau ada gangguan perkembangan otak (biasa disebut dysphasia), sistem pendengaran terganggu, dan keterbelakangan mental. Bapak Wahyudi, semoga anak ibu lebih termotivasi untuk berbicara, dan jangan terkejut jika suatu saat si kecil berbicara dengan lancar. Salam Hangat Tim Konselor YKAI Sebagai informasi, YKAI menyediakan Hotline Anak dan Remaja (usia 0-18 tahun) untuk konsultasi/konseling seputar masalah psikologi, pendidikan, kesehatan, narkoba, seksualitas, pergaulan, perkembangan remaja, ingin curhat, dll, secara gratis via telepon: 021-3905747 dan 021-3902600. Hotline Anak dan Remaja juga menyediakan pelayanan konsultasi/konseling tatap muka dan psikotest dengan perjanjian lebih dahulu via telepon.

DEFINISI
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang biasanya muncul pada usia 1-3 tahun.

Tanda-tanda autisme biasanya muncul pada tahun pertama dan selalu sebelum anak berusia 3 tahun.Autisme 2-4
kali lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti dari autisme tidak diketahui, yang pasti hal ini bukan disebabkan oleh pola asuh yang salah. Penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.

Beberapa kasus mungkin berhubungan dengan:
- Infeksi virus (rubella kongenital atau cytomegalic inclusion disease)
- Fenilketonuria (suatu kekurangan enzim yang sifatnya diturunkan)
- Sindroma X yang rapuh (kelainan kromosom).

GEJALA
Penderita autisme klasik memiliki 3 gejala:
gangguan interaksi sosial
hambatan dalam komunikasi verbal dan non-verbal
kegiatan dan minat yang aneh atau sangat terbatas.

Sifat-sifat lainnya yang biasa ditemukan pada anak autis:
Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain
Tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya
Menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata
Menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri
Lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan,tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka
Jarang memainkan permainan khayalan
Memutar benda
Terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik
Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif
Tidak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal
Tertarik pada hal-hal yang serupa, tidak mau menerima/mengalami perubahan
Tidak takut akan bahaya
Terpaku pada permainan yang ganjil
Ekolalia (mengulang kata-kata atau suku kata)
Tidak mau dipeluk
Tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli
Mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk
Jengkel/kesal membabi buta, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas
Melakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang-goyang atau mengepak-ngepakkan lengannya)
Anak autis mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak
mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. Jikaseseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami
apa yang dikatakan kepadanya.
Anak autis tidak mau menggunakan kata ganti yang normal (terutama menyebut dirinya sebagai kamu, bukan
sebagai saya).
Pada beberapa kasus mungkin ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.
Kemampuan motorik kasar/halusnya ganjil (tidak ingin menendang bola tetapi dapat menyusun balok).

Gejala-gejala tersebut bervariasi, bisa ringan maupun berat. Selain itu, perilaku anak autis biasanya berlawanan dengan berbagai keadaan yang terjadi dan tidak sesuai dengan usianya.

DIAGNOSA
Autisme tidak dapat langsung diketahui pada saat anak lahir atau pada skrining prenatal (tes penyaringan yang dilakukan ketika anak masih berada dalamkandungan). Tidak ada tes medis untuk mendiagnosis autisme.
Suatu diagnosis yang akurat harus berdasarkan kepada hasil pengamatan terhadap kemampuan berkomunikasi, perilaku dan tingkat perkembangan anak.

Karakteristik dari kelainan ini beragam, maka sebaiknya anak dievaluasi oleh suatu tim multidisipliner yang terdiri dari ahli saraf, psikolog anak-anak,ahli perkembangan anak-anak, terapis bahasa dan ahli lainnya yang berpengalaman di bidang autisme. Pengamatan singkat dalam satu kali pertemuan tidak dapat menampilkan gambaran kemampuan dan perilaku anak. Masukan dari orang tua dan riwayat perkembangan anak merupakan komponen yang sangat penting dalam menegakkan diagnosis yang akurat.

PENGOBATAN
Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak. Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain,
tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan
yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitarikamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang
yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.

Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau syarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaandan gagasannya.

Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajarikata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, apakahberupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi. Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota  keluarga lainnya bisa menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan
dunia di sekitarnya.

Program intervensi dini
Hal terpenting yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan menitikberatkan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari,mengguanakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata.
Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia dibawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalamiketidakmampuan fisik atau kognitif. Program intervensi dini terdiri dari:
- Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan/kegiatan tertentu)
- Terapi wicara dan bahasa
- Pendidikan masa kanak-kanak dini
- Perangsangan sensorik.
Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi  dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak austik yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan
yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.

Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif.Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda.

Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyebrang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak. Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.

Tidak mudah menerima kenyataan bahwa anak anda adalah seorang autis. Orang tua seringkali mengalami tahapan emosional berupa duka, menyangkal, marah,depresi dan menerima. Konsultasi dengan ahli dapat membantu keluarga menerima diagnosis ini, melangkah ke depan dan mencari jalan terbaik untuk membantuanak mencapai potensinya yang tertinggi.

Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif bisa semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan bisa membantu meskipun tidakdapat menghilangkan penyebabnya. Haloperidol terutama digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri. Fenfluramin, buspiron, risperidon dan penghambat reuptake serotonin selektif (fluoksetin, paroksetin dan sertralin) digunakan untuk mengatasi berbagai gejala dan perilaku pada anak autis.

Beberapa anak autis tumbuh dan menjalani hidup yang mandiri. Yang lainnya selalu membutuhkan dukungan dari lingkungan tempat tinggal dan tempatnya bekerja.Banyak ahli yang berpendapat bahwa masa depan anak autis sangat tergantung kepada besarnya kemampuan berbahasa yang dicapai oleh anak ketika berusia 7 tahun.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: